Pohon Waru


 

Posted on
Thursday, October 2nd, 2014
at 12:34 pm

Author
admin

Category
Non Orchid

Hibiscus tiliaceus, begitulah nama latin daripada pohon yang kita kenal dengan nama pohon Waru atau Baru ini. Termasuk dalam kategori Plantae, Divisi Magnoliophyta, Ordo Malvales, Famili Malvaceae, dan Genus Hibiscus, menjadikan pohon Waru sebagai pohon yang termasuk dalam suku kapas – kapasan.

Pohon ini telah lama sekali dikenal sebagai pohon yang berperan untuk meneduhkan tepi – tepi jalan hingga tepi sungai, pematang, bahkan pantai. Memang bisa dibilang tajuk daripada pohon Waru tidaklah rimbun seperti pohon peneduh pada biasanya, namun pohon Waru disukai oleh masyrakat karena akarnya tidak tertanam terlalu dalam sehingga pohon ini tidak merusak jalan dan bangunan yang ada di lingukangan sekitarnya. Waru dapat tumbuh hingga ketinggian 5 (lima) sampai dengan 15 (lima belas) meter, dengan garis tengah batang berkisar antara 40-50 centimeter, pohon waru dihiasi dengan warna kecoklatan pada batangnya. Daun daripada pohon waru merupakan daun tunggal, berbentung seperti jantung, dan tidak berlekuk dnegan diameter yang biasanya ridak melebihi 19 centimeter. Pohon waru ternyata juga masih satu marga dengan kembang sepatu.

Untuk habitat dan penyebarannya, pohon Waru termasuk pohon yang mudah untuk tumbuh dan berkembang di wilayah nusantara, biasanya Waru tumbuh di daerah pantai yang tidak memiliki rawa, tanahnya datar, dan terkadang di daerah pegunungan yang ketinggiannya berkisar sampai dengan 1700 meter di atas permukaan laut. Manfaat daripada pohon waru cukup banyak namun yang paling menonjol adalah ketika sebuah penelitian dilakukan, ternyata senyawa daripada kulit batang pohon waru memiliki tiga senyawa yang dapat berperan sebagai antikanker.

Bagi anda yang ingin menanam pohon waru, anda dapat melakukannya dengan melakukan cara stek pada pohon waru, tetapi ada baiknya apabila anda menanam pohon waru dengan menanamnya melalui biji, karena dalam perkembiangan pohon waru melalui cara distek cukuplah sulit, mengingat tunasnya tidak akan mudah begitu saja terpotong, namun bukan berarti tidak bisa. Jadi, tunggu apalagi? Mari kita menanam pohon peneduh di lahan kosong seperti rumah yang kita miliki dan sebagainya guna membantu bumi ini melakukan netralisir udara yang telah kita cemari berabad-abad.

 

 

Leave a reply

 
 
loading