Pohon jati

Karakteristik dan Manfaat Pohon Jati


 

Posted on
Monday, September 28th, 2015
at 10:56 pm

Author
admin

Category
Non Orchid

Pohon Jati

Jati (Tectona grandis) terkenal sebagai kayu komersial bermutu tinggi, termasuk dalam family Verbenaceae. Penyebaran alami meliputi negara-negara India, Birma, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia jati terdapat di beberapa daerah seperti Jawa, Muna, Buton, Maluku dan Nusa Tenggara. Pohon Jati merupakan jenis pohon penghasil kayu yang bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 30 – 40 m. Daunnya besar, akan tetapi akan gugur atau rontok di musim kemarau. Pohon Jati dikenal dunia dengan nama teak (Inggris). Nama ini datang dari kata thekku didalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala yang ada di india Selatan. Nama ilmiah jati yaitu Tectona Grandis L.F.

Pohon jati cocok tumbuh di daerah musim kering agak panjang sekitar 3 – 6 bulan pertahun. Curah hujan yang dibutuhkan rata-rata 1250 – 1300 mm/tahun dengan temperatur rata-rata 22 – 26 derajat Celcius. Jati umumnya tumbuh pada tanah bertekstur sedang dengan pH netral hingga asam. Kayu jati termasuk kelas kuat I dan kelas awet II . Penyebab keawetan dalam kayu teras jati adalah Tectoquinon (2-methylan thraquinone). Kayu jati mengandung 47,5% selulosa, 30% lignin, 14,5% pentosan, 1,4% abu dan 0,4 – 1,5% silika. Pohon jati (Tectona Grandis sp.) bisa tumbuh meraksasa sepanjang beberapa ratus tahun. Dengan ketinggian 40-45 meter. Serta diameter 1,8 – 2,4 meter. Tetapi, pohon jati rata-rata meraih ketinggian 9 hingga 11 meter, dengan diameter 0,9 – 1,5 meter.

Pohon jati yang dianggap baik yaitu pohon yang bergaris lingkar besar, berbatang lurus, serta sedikit cabangnya. Kayu jati paling baik umumnya datang dari pohon yang berusia kurang lebih 80 tahun. Daun biasanya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang amat pendek. Daun pada anakan pohon berukuran besar, kurang lebih 60 – 70 cm × 80 – 100 cm ; namun pada pohon tua berkurang jadi lebih kurang 15 × 20 cm. Berbulu halus serta memiliki rambut kelenjar di permukaan bawahnya. Daun yang muda berwarna kemerahan serta mengeluarkan getah berwarna merah darah jika diremas. Ranting yang muda berpenampang sisi empat, serta berbonggol di buku-bukunya. Kayu jati banyak digunakan untuk bantalan rel kereta api, tiang jembatan, mebel, balok dan gelagar rumah, serta kusen, pintu, dan jendela.

 Untuk mengenal dan menambah wawasan anda mengenai Tanaman Hias dan juga Anggrek silahkan baca artikel saya di Anggrek & Tanaman Hias: Anggrek-lintang.com

Tags: , , , , ,

 

 

Leave a reply

 
 
loading