How to Spot Catasetum


 

Posted on
Tuesday, October 7th, 2014
at 4:20 pm

Author
admin

Category
How To

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Class : Liliopsida

Ordo : Asparagales

Family : Orchidaceae

Genus : Catasetum

Catasetum adalah salah satu genus dari tanaman anggrek yang cukup populer. Genus ini terkenal dengan keindahan dan keunikan struktur bunganya. Genus ini memiliki kurang lebih 149 spesies. Catasetum berasal dari Bahasa Yunani cata (turun) dan seta (bulu). Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli Brazil, dan terdistribusi hingga ke Meksiko dan daerah tropis di Amerika.

Bunga Catasetum terdapat dua jenis yaitu bunga betina dan jantan. Antara bunga jantan dan betina memiliki struktur yang berbeda bahkan terkadang tumbuh pada musim yang berbeda. Bunga jantan berwarna-warni sedangkan bunga betina berwarna hijau kekuningan. Ada juga yang memiliki dua kelamin atau hermaprodit tetapi ini sangat jarang ditemui. Bunga ini berdaging. Bunga jantan berukuran kurang lebih 4 inchi dan dapat menghasilkan aroma jeruk. Saat bunga disentuh maka akan otomatis mengeluarkan serbuk sari yang lengket. Bunga jantan diproduksi pada tempat yang teduh sedangkan bunga betina pada daerah yang terjangkau pencahayaan yang tinggi. Umbi dari tumbuhan ini berbentuk berbentuk seperti cerutu dan mengerumun. Setelah daun jatuh, bagian umbi ini akan menjadi berduri.

Catasetum akan mengalami dormansi saat musim gugur dan menjadi aktif kembali saat musim dingin tiba. Tanaman ini sebaiknya di tanam dalam wadah yang mendapat pengairan yang baik, idealnya adalah ditempel pada pohon. Tumbuhan ini membutuhkan pupuk sekali setiap minggunya. Pengairan dilakukan selama proses pertumbuhan hingga mulai muncul akar. Pada habitat aslinya tumbuhan ini tumbuh pada hutan yang sangat basah. Tanaman ini sering memakan jamur mikoriza yang tumbuh di kayu tempat menempelnya. Sebagian besar spesies ini cukup sulit dibudidayakan apabila tanpa kaca. Sebagian besar spesies dari genus Catasetum tidak tahan terhadap kekeringan. Beberapa jenis juga mampu menarik koloni semut untuk tinggal pada tumbuhan tersebut. Hal inilah yang dapat menjadi gangguan dalam budidaya Catasetum. Tanaman ini membutuhkan cahaya yang kuat saat mendekati akhir periode pertumbuhan. Asupan air yang cukup akan membuat tanaman menjadi berumbi besar. Hal tersebut berpengaruh pada saat pembungaan. Saat umbi sudah dewasa maka penyiraman harus dihentikan karena hal ini akan menyebabkan daun menjadi kuning dan bahkan gugur.

 

 

Leave a reply

 
 
loading